Minggu, 19 April 2015

Passive Voice

PASSIVE VOICE
Kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Kalimat yang bisa dijadikan kalimat pasif hanya kalimat aktif yang mempunyai objek dan kata kerjanya berupa kata kerja transitif atau kata kerja yang membutuhkan objek. Ciri khas kalimat pasif adalah selalu menggunakan kata kerja bentuk ke-3 (V3).
Rumus passive voice adalah sebagai berikut di bawah ini.
passive voice

Catatan:

  • Auxiliary verb dapat berupa primary auxiliary verb be (is, are, am, was, were, be, been, being), kombinasi antara dua primary (is/are being, was/were being, has/have been) atau antara primary dan modal auxiliary verb (will be, will have been).
  • Past participle yang digunakan berupa kata kerja transitive.
1. Present Tense (Waktu Sekarang)
    Simple Present adalah tenses (pola kalimat) yang digunakan untuk menceritakan waktu sekarang dalam bentuk sederhana. Nama lain daripada Present adalah Bentuk ke-1 (V1).
Contoh:

TO BE

I am a teacher
You are a teacher
We are teachers
They are teachers

He is a teacher
She is a teacher
It is my cat

     Kalau Anda mengamati, maka kalimat diatas semuanya mengggunakan PREDICATE-1 atau predikat dalam bentuk 1, lihat saja tobe nya tidak lepas dari AM – IS – ARE. Contoh diatas adalah The simple present tense dalam bentuk nominal, karena semua kalimatnya menggunakan tobe-1
     Apakah ada bentuk lainnya? Ada, yaitu The Simple Present Tense dalam bentuk VERBAL. Yaitu yang tidak memiliki tobe tapi memiliki verb. Nanti akan di terangkan. Untuk saat ini cukup kita simpulkan bahwa ada 2 (dua) jenis Simple Present yaitu

1. Nominal Simple Present
2. Verbal Simple Present


     Untuk mengubah kalimat NOMINAL SIMPLE PRESENT kedalam bentuk negative (menyangkal) ataupun interrogative (bertanya) sangatlah mudah, amati

(+) You are a teacher
(- ) You are NOT a teacher
(? ) Are you a teacher?

     Sekarang kita lanjutkan pada pola kalimat VERBAL SIMPLE PRESENT – yaitu simple present yang tidak menggunakan tobe, tetapi VERB1 sebagai predicate1 nya.

Subjective
Pronouns Example

I I work
You You work
We We work
They They work

He He works
She She works
It It works

     Lihat, untuk awalan HE, SHE, IT  verb nya menggunakan _s. Amati kembali contoh berikut

He runs every morning
She teaches English
John has an English books

     Untuk kata kerja yang berakhiran bunyi DESIS (hissing sounds – x, ch, s, sh), kita menggunakan akhira _es. sehingga menjadi : teaches, mixes, washes, kisses, dsb.

Penggunaan tense simple present tense:
  1. Menyatakan fakta (expressing facts)
  2. Menyatakan kebiasaan (expressing habits)
  3. Menyatakan yang akan datang
  4. Menyatakan masa lalu
  5. Menceritakan sesuatu yang sedang terjadi
2. Past Tense
     Simple past tense adalah tense yang berfungsi untuk menunjukkan pekerjaan yang terjadi pada masa lampau tanpa ingin menekankan bahwa pekerjaan tersebut telah (perfect) atau sedang (continuous) dikerjakan. Pemahaman tense ini hampir sama dengan Simple Present Tense, hanya waktunya saja yang berbeda dan sering juga digunakan dalam percakapan maupun tulisan.
     Karena rumus ini simple (sederhana), maka rumusnya pun sederhana. Kita hanya memerlukan Verb-2 sebagai ciri-ciri mutlak rumus past tense. Sehingga rumus dasar kalimat verbalnya adalah: S + Verb-2. Sedangkan untuk kalimat nominal, maka kita harus membuat “to be”nya menjadi verb-2, yaitu “was dan were”. Tense ini dikatakan sederhana karena simple past tense hanya ingin memberikan informasi tentang sebuah pekerjaan yang telah terjadi pada masa lampau tanpa ingin menunjukkan bahwa pekerjaanya sedang atau telah dilakukan.
contoh: 

I knocked on your door last night but no one came out.
(Aku mengetuk pintu rumahmu kemarin malam, tapi tidak ada seorang pun yang keluar)

3. Future
    Simple future tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana. Tense ini juga dapat digunakan untuk membentuk conditional sentence tipe 1. 
     Simple future tense dibentuk dari modal “will” atau “shall” dan bare infinitive (bentuk dasar verb) atau dibentuk dari phrasal modal “be going to” dan bare infinitive (base form verb).

(+)S + will + bare infinitive
S + be (am/is/are) going to + bare infinitive

You will win
They are going to come

(-)S + will + not + bare infinitive
S + be (am/is/are) + not + going to + bare infinitive

You won’t win
They aren’t going to come

(?)Will + S + bare infinitive
Be (am/is/are) + S + going to + bare infinitive?

Will you win?
Are they going to come?

Selasa, 24 Maret 2015

Pengertian TOEFL dan TOEIC

TOEFL
Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikatuntuk semua peserta tes di seluruh dunia.

Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test. Selain itu TOEFL pada dewasa ini sudah mulai digunakan dalam dunia kerja sebagai salah satu mekanisme rekruitment atau jenjang kenaikan pangkat.

Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:

  1. Listening comprehension
  2. Grammar structure and written expression
  3. Reading comprehension dan bagian
  4. Writing

TOEIC
Test of English for International Communication disingkat TOEIC digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris penutur non-bahasa Inggris dalam penggunaan bahasa Inggris sehari-hari di lingkungan kerja internasional.

ETS (Educational Testing Service) mengambangkan tes TOEIC untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam lingkungan bisnis yang digunakan secara internasional. Figur utama pencetus tes TOEIC ini adalah seseorang berkebangsaan Jepang, Yasuo Kitoka. Pada tahun 1970, Kitoka mengusulkan kepada ETS untuk membuat soal tes berbasis bisnis bagi para pekerja Jepang yang bekerja di perusahaan internasional. ETS mulai mengembangkan tes TOEIC pada tahun 1977 dan tes TOEIC pertama kali dilakukan di Jepang pada tahun 1979.

Bentuk Tesnya menggunakan kertas dan pensil, bentuk soalnya pilihan ganda, yang menggunakan audio, gambar, dan tulisan (bacaan) untuk mengevaluasi kemampuan bahasa peserta.Tes ini berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 200 butir. Jenis TOEIC ini memiliki kisaran skor mulai dari 10-900.

Tes ini terbagi menjadi 2 seksi, seksi 1: listening dan seksi 2: reading.

Seksi 1: Listening

Akan diperdengarkan sejumlah pertanyaan dan percakapan singkat dalam bahasa inggris, dan peserta diminta menjawab berdasarkan informasi yang didengar.

Part 1: Gambar (Photographs) terdiri dari 20 soal.
Part 2: Pertanyaan – respon (Question and Responses) terdiri dari 30 soal.
Part 3: Percakapan ringkas (Short Conversations) terdiri dari 30 soal.
Part 4: Dialog singkat (Short Talks) terdiri dari 20 soal.

Seksi 2: Reading

Peserta akan membaca berbagai material dan diminta menjawab pertanyaan berdasarkan isi bacaan.

Part 5: Kalimat tidak sempurna (Incomplet Sentences) teridiri dari 40 soal.
Part 6: Mencari kesalahan kalimat (Error Recognitions) terdiri dari 20 soal.
Part 7: Membaca (Reading Comprehensions) terdiri dari 40 soal.

Durasi Waktu tes adalah 2½ jam, dengan perincian:
Seksi 1: 45 menit
Seksi 2: 75 menit

Waktu ini mencakup waktu untuk mengisi beberapa form terkait dengan test.


sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/TOEFL
https://simaksejenak.wordpress.com/2013/01/23/memahami-apa-itu-test-toeic/

Kamis, 25 Desember 2014

Social Network Menghindari dan Mengatasi Permasalahan Sosial Berbasis Mobile

PENDAHULUAN

Latar Belakang

     Kemajuan teknologi begitu cepat dan menyebabkan meningkatnya perkembangan teknologi yang telah ada. Manfaatnya pun telah banyak dirasakan. Perkembangan teknologi pada saat ini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari - hari. Hal terpenting dalam perkembangan teknologi ini adalah bagaimana bisa memanfaatkan teknologi yang telah ada untuk berbagai macam kepentingan. Salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi adalah pemanfaatan jejaring sosial pada perangkat mobile.
     Social network merupakan layanan berbasis web yang memungkinkan individu untuk membangun profil publik atau semi-publik dalam suatu sistem yang dibatasi, menampilkan daftar pengguna lain, dengan siapa pengguna berbagi informasi, serta melihat dan menelusuri daftar koneksi pengguna ataupun yang dibuat oleh pengguna lainnya dalam sistem tersebut. Sifat dan tata nama dari sistem ini dapat bervariasi dari situs ke situs.
     Sekarang ini social network sudah menjadi kebutuhan bagi setiap masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa. Banyak manfaat positif dari social network seperti dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi antar pengguna dan memperluas jaringan pertemanan serta dapat menambah pengetahuan dari informasi yang terkandung dalam social network itu sendiri.
     Permasalahan sosial merupakan sebuah gejala atau fenomena yang muncul dalam realitas kehidupan bermasyarakat. Dalam mengidentifikasi permasalahan sosial yang ada di masyarakat berbeda-beda antara tokoh satu dengan lainnya. Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Pada dasarnya, permasalahan sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan masalah sosial terwujud sebagai hasil dari kebudayaan manusia itu sendiri dan akibat dari hubungan dengan manusia lainnya.

     Salah satu solusi agar social network dapat dimanfaatkan lebih efisien adalah dengan adanya aplikasi mobile untuk masyarakat umum. Maka diperlukan phonegap yang memungkinkan aplikasi berjalan tidak hanya dalam satu platform tetapi juga multiplatform. Sehingga pengguna tidak kesulitan menjalankan aplikasi social network ini di smartphone. 
 
Rumusan Masalah


Permasalahan yang muncul dalam penulisan ini yaitu:

  1. Bagaimana mengetahui cara menghindari permasalahan sosial?
  2. Bagaimana mengetahui informasi permasalahan sosial?
  3. Bagaimana mengetahui cara mengatasi permasalahan sosial?
  4. Bagaimana membuat sajian informasi yang baik dan benar?
Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan penulisan ini adalah memudahkan pengguna yaitu masyarakat umum melalui Phonegap untuk Menghindari dan Mengatasi Permasalahan Sosial berbasis mobile.

Minggu, 16 November 2014

Mitos Ular Naga di Sungai Mahakam

     Kisah ini dipercayai warga di pedalaman hutan Kalimantan. Mereka percaya bahwa di Sungai Mahakam yang membelah hutan-hutan di Kalimantan dihuni oleh ular berkepala mirip lembu atau kerbau. Di kawasan Serawak disebut Nabau, atau di pedalaman Mahakam dan Kutai Kartanegara di sebut Ular Naga Lembu.
     Beberapa kali penampakan ular naga di Kalimantan sukses terekam kamera dan membuat heboh bukan saja masyarakat sekitar Sungai Mahakam, melainkan juga masyarakat dunia. Bagaimana tidak, ular naga di Kalimantan nan tampak tersebut diperkirakan memiliki panjang hingga 40 meter.
     Ternyata penampakan ular naga di Kalimantan itu tak hanya sekali terjadi, namun beberapa kali. Semakin banyak saksi mata nan melihatnya, semakin banyak orang percaya bahwa ular naga di Kalimantan itu memang ada yang jauh di pedalaman hutan Kalimantan.
     Kemunculan ular naga di Kalimantan pertama kali terdengar pada 2009, nan dilihat oleh anggota tim wilayah bala banjir dari sebuah helikopter. Ketika helikopter melintas di atas Sungai Serawak, Malaysia, di sebelah utara Kalimantan, sebuah penampakan ganjil tampak dari ventilasi helikopter. Terlihat sesuatu berbentuk panjang berlenggak-lenggok di dalam sungai membentuk riak-riak air di sepanjang jalannya.
     Segera salah satu penumpang helikopter mengambil gambar penampakan aneh itu dan diperolehlah gambar binatang nan diperkirakan ular nan sangat besar tengah berenang di sungai itu. Foto itu sendiri diperkirakan diambil pada 11 Februari 2009. Segera setelah itu, koran Utusan Serawak memuat foto itu dan diikuti oleh New Straits Times di Kuala Lumpur juga The Telegraph , Inggris.

     Tentunya foto penampakan ular naga di Kalimantan itu segera membuat heboh bukan saja masyarakat sekitar sungai, melainkan juga global internasional. Namun, pastinya masyarakat sekitar Sungai Serawak nan paling cemas dengan warta itu sebab sungai itu sendiri menjadi bagian krusial dalam transportasi kehidupan sehari-hari.
     Maka wajar bila kemudian Sungai Mahakam di pedalaman hutan Kalimantan ini dijadikan sebagai setting film berjudul: Anaconda pada 1990-an.
     


     Pada 2010, global kembali gempar dengan warta penampakan ular naga di Kalimantan. Kali ini beritanya lebih menghebohkan sebab banyak saksi mata dalam peristiwa ini dan mereka berpapasan langsung dengan ular raksasa ini.
     Ketika itu sebuah longboat menyusuri Sungai Mahakam Ulu dari Long Bagun ke Long Pahangai, tepatnya di kawasan Kutai Barat. Ketika longboat tiba di kampung Long Tuyuq nan merupakan hulu Riam Haloq, para penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa dari arah berlawanan. Melihat itu, impulsif sang motoris pengendaralongboat segera menepikan perahunya sebab tak ingin menganggu jalur sepasang ular naga tersebut dan mereka sebab takut akan menjadi korban.
     Untungnya, sepasang ular naga di Kalimantan itu seolah tak terganggu denganlongboat dan para penumpang di atasnya. Ular naga Di Kalimantan itu berlalu begitu saja. Perasaan lega, sekaligus takjub, dan shock tentunya dirasakan para penumpang longboat saat itu. Begitu ular berlalu, mereka langsung mengambil gambar ular itu dengan kamera ponsel.
     Konon kabarnya, kedua ular naga di Kalimantan ini berkelamin jantan dan betina. Itu terlihat dari tanduk nan dimiliki salah satu naga nan diduga jantan dan naga nan lain tak memilikinya nan diduga sebagai betina. Sepasang naga sejoli ini juga berkaki. Warnanya hitam legam dan memiliki panjang kurang lebih 40 m dengan diameter sekitar 60 cm.
     Bagi kalian yang belum pernah mendengar berita ini, berikut cuplikan dari kompas.com tanggal 5 Februari 2010. Kompas mengambil berita ini dari kaltim.tribun.co.id yang masih merupakan media grup Kompas.



Sumber : 

http://www.binasyifa.com/239/19/27/ular-naga-di-kalimantan-fantastis.htm
http://dodkop.blogspot.com/2014/05/mitos-horor-sungai-di-indonesia.html#ixzz3JDlK5Xul
http://xfile-enigma.blogspot.com/2011/06/flashback-foto-sepasang-naga-kutai-yang.html

Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan Baik dan Benar

Untuk mencapai tujuan khusus yaitu menulis dengan baik dan benar, kita harus memahami proses  penalaran. Berikut ini adalah fakta-fakta yang harus dikuasai untuk meningkatkan kemampuan menulis  sehingga kita dapat menulis dengan baik dan benar.
Fakta pertama yaitu “Fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia”.  Berdasarkan fungsi Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia dibagi menjadi dua bagian yaitu fungsi bahasa secara umum dan fungsi bahasa secara khusus. Selain itu, kedudukan bahasa indonesia yaitu sebagai bahasa nasional, bahasa negara. Dengan fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia inilah sebagai dasar dalam penulisan karena Bahasa Indonesia kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah.
Fakta kedua yaitu “Ragam Bahasa”. Ragam bahasa diartikan sebagai variasi bahasa menurut pemakaian yang dibedakan menurut topik pembicaraan, sikap penutur, dan media atau sarana yang digunakan. Pengertian ragam bahasa ini memperhatikan situasi yang dihadapi, masalah yang hendak disampaikan, latar belakang pendengar dan pembaca yang dituju, dan media sarana yang hendak digunakan. Dengan ragam bahasa kita dapat menguasai atau mengetahui kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa.
 Fakta ketiga yaitu “Ejaan”. Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (katakalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan memiliki tiga aspek yaitu aspek fonologis, aspek morfologis dan aspek sintaksis. Adapula ejaan yang disempurnakan atau disebut EYD.
Fakta keempat yaitu “Diksi”. Diksi merupakan pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara atau yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata-seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami. Diksi terdiri dari delapan elemen, yaitu fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata enda, kata kerja, infleksi dan uterans.
Fakta kelima yaitu “Kalimat Efektif”. Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada pada pikiran pembicara dan penulis. Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung dengan sempurna.
Fakta keenam yaitu “Alinea dan Pengembangannya”. Alinea atau paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, alinea berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Maka dengan alinea dan pengembangannya ini memudah kan pengertian dan pemahaman terhadap suatu tema penulisan yang ditulis oleh penulis serta memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan normal.
Fakta ketujuh yaitu “Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah”. Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah:
a.    Pemilihan topik
b.    Pembatasan topik
c.    Pemilihan judul
d.   Menentukan tujuan penelitian
e.    Menentukan kerangka karangan (outline)
f.     Langkah-langkah penulisan karya ilmiah

          Fakta kedelapan yaitu “Kerangka Karangan”. Kerangka merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.
          Fakta yang terakhir yaitu “Kutipan dan Daftar Pustaka”. Kutipan adalah pengambil alihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri. Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya, hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya telah kita kutip dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut. Selain itu menurut jenisnya kutipan dibedakan menjadi dua yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Daftar pustaka atau biasa disebut bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul-judul buku, artikel, makalah, dan bahan-bahan dalam bentuk lainnya yang dijadikan sumber atau rujukan untuk sebuah buku atau bentuk tulisan lain.

Dari beberapa fakta diatas maka dapat disimpulkan bahwa fakta diatas mampu membuat kita meningkatkan kemampuan menulis kita apabila kita menguasai dan mengaplikasikan fakta-fakta diatas kedalam tulisan yang akan kita buat. Maka dengan fakta- fakta diatas kita dapat membuat tulisan dengan baik dan benar. 

Jumat, 13 Juni 2014

Analisis Masalah Antara Pasien, Pihak Rumah Sakit dan Dokter Mengenai BBJS


Dengan adanya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang terkena penyakit, apalagi tergolong penyakit berat yang menuntut stabilisasi yang rutin seperti hemodialisa atau biaya operasi yang sangat tinggi. Hal ini berpengaruh pada penggunaan pendapatan seseorang dari pemenuhan kebutuhan hidup pada umumnya menjadi biaya perawatan dirumah sakit, obat-obatan, operasi, dan lain lain. Hal ini tentu menyebabkan kesukaran ekonomi bagi diri sendiri maupun keluarga. Sehingga munculah istilah “SADIKIN”, sakit sedikit jadi miskin. Dapat disimpulkan, bahwa kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang, dan tidak ada orang kaya dalam menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang dimiliki seseorang dapat hilang untuk mengobati penyakit yang dideritanya.

Begitu pula dengan resiko kecelakaan dan kematian. Suatu peristiwa yang tidak kita harapkan namun mungkin saja terjadi kapan saja dimana kecelakaan dapat menyebabkan merosotnya kesehatan, kecacatan, ataupun kematian karenanya kita kehilangan pendapatan, baik sementara maupun permanen


Maka seluruh penduduk Indonesia diharuskan memiliki jaminan kesehatan nasional untuk memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang handal, unggul dan terpercaya.

Sementara itu, BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). 

Permasalahan yang akan saya bahas yaitu bagaimana jika kartu BPJS tidak dianggap? Apa tindakan dokter ketika pasien BPJS dioperasi dan benang yg dicover habis? Mengikuti prosedur manajemen rumah sakit atau menyelamatkan pasien mengikuti kode etik sebagai dokter?

Bagaimana jika kartu BPJS tidak dianggap? Tentunya pihak pengguna kartu BPJS dapat menyampaikan pengaduan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan dan atau BPJS Kesehatan. Atau dapat langsung datang ke posko BPJS di kota dan desa. Agar pihak pengguna bisa mendapatkan haknya sebagai pengguna BPJS.

Apa tindakan dokter ketika pasien BPJS dioperasi dan benang yang dicover habis? Tentunya akan sangat membingungkan bagi sang dokter karena hal tersebut terjadi pada saat darurat. Dan apa yang harus dilakukan dokter? Mengikuti prosedur manajemen rumah sakit atau menyelamatkan pasien mengikuti kode etik sebagai dokter? Menurut pendapat saya, yang harus dilakukan oleh dokter tersebut adalah segera melakukan hal yang dapat menyelamatkan pasien tersebut walaupun prosedur dari pihak manajemen rumah sakit belum memberikan kepastian. Seperti yang tertera pada Pasal 13, "Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya". 

Akan seperti apa jika saya berada diposisi Pasien, Pihak Rumah Sakit, dan Dokter mengenai BPJS?

  • Pasien, jika saya berada diposisi sebagai pasien tentunya saya akan menggunakan hak saya sebagai pengguna BPJS. Apabila kartu BPJS saya tak dianggap, saya akan berusaha mendapat keadilan dan saya akan meminta kinerja yang baik dari pihak dokter dan rumah sakit. Jangan hanya karena saya pengguna BPJS mereka membeda-bedakan kinerja yang mereka berikan. 
  • Pihak Rumah Sakit, jika saya berada diposisi sebagai pihak rumah sakit tentunya saya akan menjalankan program BPJS dengan sebenar-benarnya. karena sudah kewajiban pihak rumah sakit melayani pasien.
  • Dokter, jika saya berada diposisi sebagai dokter tentu saya akan menjalankan profesi saya sebagai dokter dengan baik dan benar. Seperti penjelasan yang saya jelaskan pada permasalahan diatas, saya akan membantu atau menyelamatkan pasien dengan sigap tanpa harus melihat status atau apapun. karena setiap dokter harus menanamkan dan menjalankan kode etiknya sebagai seorang dokter.
Masyarakat harus mengikuti BPJS. Masyarakat harus diberikan informasi yang pasti tentang teknis pelaksanaan BPJS. Misalnya informasi tentang manfaat, iuran dan pendaftaran kepesertaan BPJS. Agar masyarakat bisa mendapatkan jaminan kesehatan yang lebih baik lagi

Sumber:

Merk Kolektif

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.


Bisa dibilang merk kolektif ini biasanya digunakan untuk barang-barang yang di produksi meniru barang aslinya atau bisa dikatakan juga mengikuti merk yang sudah ada dan terkenal dimasyarakat. 


Produk-produk dibawah ini merupakan beberapa contoh produk yang memiliki kesamaan: 
  1. Pop ice dengan Top ice, memiliki persamaan visual dan bunyi ucapan.
  2. Oreo dengan Oriorio, memiliki kesamaan konseptual, visual dan bunyi ucapan.
  3. ExtraJoss dengan EnerJoss. memiliki kesamaan bunyi ucapan.
  4. Larutan Cap Badak dengan Larutan Cap Kaki Tiga, larutan cap kaki tiga memiliki kesamaan kemasan dengan larutan Cap Badak, dll.
Begitu banyak produk yang menggunakan merk kolektif. Walaupun dari segi kualitas belum tentu produk yang ditawarkan melebihi atau setara dengan merek yang sudah terkenal tersebut

Ada beberapa hal yang membuat penjiplakan merek dilakukan yaitu:
  1. Produk mudah dipasarkan, karena tertolong oleh produk yang ditiru.
  2. Biaya promosi lebih murah.
  3. Tidak perlu memikirkan disain produk
  4. Tidak perlu mengurus nomor pendaftaran ke Dirjen HKI .
karakteristik yang sama ini berada dalam 1 golongan dalam kelas barang atau jasa dalam pendaftaran Merek yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1993. Hal ini menurut saya, setidaknya apabila barang dan/atau jasa itu terdapat dalam 1 kelas maka barang dan/atau jasa tersebut memiliki korelasi atau hubungan yang setidaknya memiliki kemiripan

Sumber: